Menghidupkan Warisan Budaya Komunitas: Mandiri. Lestari. Berjati Diri
Niskala Institute bekerja agar pengetahuan yang hidup di masyarakat tetap menjadi bagian dari masa depan
Arca Polinesia Sekeloa
Koleksi Museum Sri Baduga, Bandung, Jawa Barat


Siapa Niskala Insitute?
Niskala Institute didukung oleh tim peneliti multidisiplin yang memadukan pengetahuan akademik, pengalaman lapangan, dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan warisan budaya.
Sebanyak 10 dari 13 peneliti kami merupakan ketua dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di berbagai kabupaten dan kota, dengan latar belakang keilmuan seperti sejarah, arkeologi, antropologi, filologi, linguistik, arsitektur, dan perancangan kota. Kami berpengalaman dalam penelitian partisipatoris, FPIC, fasilitasi dialog multipihak, dokumentasi warisan budaya, serta penyusunan kajian dan rekomendasi untuk mendukung pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.


Fokus Kerja Niskala:
Warisan budaya tidak hanya hidup di museum atau arsip. Ia hidup dalam ingatan, lanskap, bahasa, tradisi, dan praktik sehari-hari masyarakat. Ketika masyarakat kehilangan ruang untuk merawat pengetahuan itu, yang hilang bukan sekadar benda atau tradisi, tetapi juga cara memahami dunia. Niskala Institute hadir untuk bekerja bersama masyarakat, pemerintah, dan berbagai mitra dalam mendokumentasikan, menghidupkan, dan mengembangkan warisan budaya agar tetap bermakna lintas generasi
Menghimpun pengetahuan yang hidup di masyarakat sebagai dasar pelestarian dan pengelolaan warisan budaya.




Memperkuat hubungan antara masyarakat dan warisan budayanya melalui pembelajaran, partisipasi, dan pemanfaatan yang bermakna.
Mendorong lahirnya gagasan, kebijakan, dan inovasi agar warisan budaya tetap relevan bagi kehidupan hari ini dan masa depan.
Berkenalan lebih jauh dengan Niskala institute?


email: sekre@niskala.or.id atau niskalainstitute@gmail.com
WA: 081343484797 (Mar), +62 858-6058-2977 (Isep Bayu), +62 823-1660-6089 (Budimansyah)
