Niskala

Heritage Lab:

Pengelolaan Lanskap Budaya Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Kawasan Lembah Cisaar

Niskala Heritage Lab adalah Riset Aksi dari Niskala Institute yang berprinsip pada NATA yang merupakan kerangka strategis pengelolaan warisan budaya berbasis komunitas yang berfokus pada upaya menjaga (Ngariksa) warisan budaya dengan penuh tanggung jawab, mengatur (Atur) atau mengorganisasikan dan menyiapkan peta tata kelola yang sistematis, menumbuhkan (Tumuwuh) kesadaran dan kapasitas komunitas secara berkelanjutan, sehingga tercipta kondisi yang kokoh atau Ajeg — stabil, lestari, dan terus berkembang sebagai fondasi identitas budaya yang kuat dan mandiri.

Lembah Cisaar

Lembah Cisaar memegang kunci penting dalam rekonstruksi sejarah geologi, paleoekologi, dan peradaban purba di bagian barat Pulau Jawa. Kawasan ini merupakan salah satu situs paleontologi dan arkeologi terpenting yang menyimpan lapisan sedimentasi Pleistosen, merekam jejak migrasi fauna purba (Stegodon, Elephas, mamalia darat) hingga indikasi keberadaan manusia masa lampau. Memahami Cisaar berarti membaca bab awal pembentukan daratan dan kehidupan di Tanah Sunda yang selama ini kerap terabaikan dalam narasi sejarah arus utama.

Kerangka Konsep: Ekomuseum Lembah Cisaar

Ekomuseum adalah cara melihat dan mengelola warisan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan lingkungannya. Di Lembah Cisaar, pendekatan ini dijalankan melalui Heritage Lab sebagai ruang kerja bersama untuk mengenali, mendokumentasikan, memetakan, dan mengembangkan warisan budaya serta lingkungan bersama masyarakat. Proses ini menjadi bagian dari kerangka NATA (Ngariksa, Atur, Tumuwuh, Ajeg) yang menjadi landasan kerja Niskala: mulai dari mengenali dan merawat warisan, menata pengetahuan dan tata kelolanya, menumbuhkan kapasitas serta inisiatif masyarakat, hingga membangun keberlanjutan pengelolaannya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip Sustainable Cultural Heritage agar warisan tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, Ekomuseum Lembah Cisaar diarahkan untuk memperkuat hubungan antara warisan, masyarakat, dan lingkungannya supaya pengetahuan yang ada tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi terus dipelajari, digunakan, dan diwariskan secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Desa Jembarwangi merupakan desa yang berada di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Kehidupan masyarakatnya masih dipengaruhi oleh budaya Sunda yang tercermin dalam bahasa, adat istiadat, kesenian, serta tradisi gotong royong. Masyarakat Desa Jembarwangi juga memiliki hubungan yang erat dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Berbagai kegiatan bersama, seperti kerja bakti, kegiatan keagamaan, serta pelestarian tradisi lokal, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan membantu menjaga nilai-nilai kebersamaan antarmasyarakat.

Kawasan

Desa Mekarwangi

Desa Jembarwangi merupakan desa yang berada di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Kehidupan masyarakatnya masih dipengaruhi oleh budaya Sunda yang tercermin dalam bahasa, adat istiadat, kesenian, serta tradisi gotong royong. Masyarakat Desa Jembarwangi juga memiliki hubungan yang erat dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Berbagai kegiatan bersama, seperti kerja bakti, kegiatan keagamaan, serta pelestarian tradisi lokal, menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan membantu menjaga nilai-nilai kebersamaan antarmasyarakat.